Sekarang lagi fokus di satu blog aja!
www.dramakorea-lovers86.blogspot.com (sinopsis Drama Korea)
pindah ke
www.korea-lovers86.blogspot.com (Saranghae-Korea)

Kamsahamnida Chingu!!

Sabtu, 26 Desember 2009

My Girl (Episode 9)

Dengan wajah panik, Yoo-rin langsung memberitahu temuannya pada Gong-chan tentang salah seorang tamu di hotelnya. Ditemani oleh sekretarisnya (dan Yoo-rin yang terus mengikuti), pemuda itu memutuskan untuk mengkonfirmasi kecurigaan kalau tamu tersebut adalah seorang penjahat.

Sudah membayangkan macam-macam, Yoo-rin kembali harus menanggung malu saat tahu kalau pria yang disangkanya sebagai teroris tersebut ternyata adalah seorang sutradara terkenal. Dalam perjalanan pulang bersama Gong-chan, gadis itu bertekad untuk menyampaikan isi hatinya pada sang sepupu namun meski telah mendapat dukungan semangat dari Jeong-woo, niat tersebut tidak kesampaian.

Masalah Yoo-rin makin rumit setelah dirinya berhasil bertemu dengan sang ayah, yang dipenjara akibat terlibat keributan dengan seorang pria. Sedih bukan main karena pria yang dicintainya tersebut hidup menderita, Yoo-rin terpaksa menuruti keinginan pria yang ternyata seorang berandalan itu untuk menjadi penghibur di sebuah karaoke.

Di rumah, Gong-chan mulai kuatir karena hari semakin larut sementara Yoo-rin belum juga pulang. Saat kembali ke rumah, Yoo-rin mulai berhitung karena pria yang dicelakai ayahnya ternyata meminta ganti rugi dalam jumlah besar. Satu-satunya peluang adalah menjual barang-barang pemberian keluarga Gong-chan, namun gadis itu kembali ragu-ragu.

Perubahan sikap Yoo-rin sendiri bukannya tidak disadari oleh Jeong-woo, yang semakin jatuh cinta pada gadis itu. Membulatkan tekadnya untuk menjual barang-barang berharga demi membebaskan ayahnya, Yoo-rin berniat untuk bisa menebus semua barang tersebut suatu saat nanti. Setelah semua selesai, ia melakukan pembalasan pada pria yang membuatnya susah dengan cara super unik.

Turunnya salju di Seoul membuat Gong-chan teringat akan janjinya kalau saat itu bakal menjadi ultah Yoo-rin, ia bertekad untuk merayakannya bersama gadis itu dan telah membeli sebuah hadiah tak terlupakan. Namun saat menunggu, pemuda itu mengangkat telepon dari ayah Yoo-rin dan langsung salah paham.

Sambil menitikkan air mata, Yoo-rin hanya mengangguk lemah terhadap semua tuduhan Gong-chan dan memutuskan untuk meninggalkan rumah keluarga pemuda itu dan kembali tinggal bersama sahabatnya dan sang ayah. Namun, sebuah kejadian membuat Gong-chan sadar akan kesalahannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar