Sekarang lagi fokus di satu blog aja!
www.dramakorea-lovers86.blogspot.com (sinopsis Drama Korea)
pindah ke
www.korea-lovers86.blogspot.com (Saranghae-Korea)

Kamsahamnida Chingu!!

Sabtu, 03 Juli 2010

Princess Lulu (Episode 15)


Sinopsis Princess Lulu
Episode 15


Sebenarnya, Woo-jin melakukan hal itu untuk mengeluarkan unek-uneknya sekaligus menegaskan kalau ia akan bangkit lagi. Setelah mengantar Hee-soo keluar dari apartemennya yang telah disegel, mendadak Yoo-mi muncul untuk menawarkan bantuan. Dengan halus, pemuda itu menolak.

Kesulitan keuangan membuat Woo-jin kesulitan untuk membayar biaya rumah sakit, bahkan ia harus berbohong pada ibunya mengenai keadaan ekonomi mereka. Berusaha meyakinkan Direktur Go untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan perusahaannya, saat kembali ke rumah sakit ia bertemu dengan Hee-soo, yang kedapatan berkunjung ke kamar Direktur Jung.

Usaha Woo-jin sendiri tidak mudah untuk bisa bangkit, namun ia tidak menyerah meski terus mendapat penolakan dari klien. Ketika malam tiba, pria itu mengajak Hee-soo dan kawan-kawannya ke karaoke. Melihat Woo-jin berusaha menyembunyikan kesedihannya, Hee-soo maklum kalau saat itu ia harus memberi dukungan dan berusaha memeriahkan suasana dengan ikut menyanyi.

Keesokan harinya, Woo-jin didatangi Chan-ho yang berniat untuk minta maaf, pemuda itu akhirnya menyerah dan mengaku kalau kakak angkatnya dan Hee-soo adalah pasangan yang serasi. Sempat ada kejadian lucu di kamar, ketika Woo-jin masuk, Hee-soo sedang salah-tingkah karena Direktur Jung ternyata memergokinya.

Rupanya, gadis itu berinisiatif membayar biaya rumah sakit namun Woo-jin yang tahu menolak dan mengembalikan uang tersebut. Untuk menghidupi ibunya, yang memutuskan keluar dari rumah sakit dan sebenarnya telah tahu akan keadaan mereka yang sesungguhnya, pria itu tidak segan-segan menjadi seorang supir.

Di kantor, Chan-ho melihat Yung-joo keluar dari ruangan Go Sun dan curiga anak buahnya itu berkhianat. Hal yang sama juga dirasakan Woo-jin, yang memutuskan untuk menjebak gadis itu dengan persetujuan Hee-soo. Usahanya nyaris saja gagal karena Hee-soo ngambek melihat kemesraan pria itu dengan Yung-joo, sehingga rencana terpaksa diundur.

***

Gerak-gerik Yung-joo yang mencurigakan terus dipantau Chan-ho dan kali ini ia mendapat bala bantuan : Woo-jin. Semalaman mengintai, ketika hendak pulang keduanya mendapati truk yang mengangkut barang perusahaan menuju ke tempat lain. Dengan cepat, mobil yang dikemudikan Chan-ho menghadang laju mobil besar itu.

Berkat tindakan cepat itu, akhirnya terbongkar dalang dari semua kejadian : Yung-joo dan Go Sun. Presentasi gadis itu berjalan lancar di hadapan Direktur Go. Sayang, hal serupa tidak terjadi pada Woo-jin yang datang terlambat ke rapat investor. Geram melihat sikap pria itu, Yoo-mi mengangkat ponsel pria itu saat berdering dan mengutarakan apa yang terjadi pada Hee-soo.

Ketika berjalan pulang, Woo-jin dicegat oleh Hee-soo yang minta maaf dan dengan cepat menciumnya hingga pria itu kaget. Karena berlangsung didekat rumah, adegan itu terlihat oleh Direktur Jung yang langsung berteriak keras. Rupanya, wanita itu masih dendam dengan keluarga Hee-soo dan tidak merestui hubungan mereka.

Keesokan harinya Yung-joo mengajukan surat pengunduran diri, namun sebelum pergi ia menceritakan kepada Hee-soo kejadian sebenarnya. Mendengar kakaknya sendiri yang menjadi dalang, gadis itu tidak habis pikir dengan masalah kebencian yang begitu meliputi keluarganya dan sedih luar biasa. Melihat itu, Chan-ho berusaha menghiburnya.

Hee-soo bertekad untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan keluarganya, namun Direktur Jung malah semakin marah dan menganggap gadis itu sengaja mencari muka dihadapannya. Setelah penyakit jantungnya nyaris kumat (ditambah kemunculan Yoo-mi), dengan lantai gontai Hee-soo berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Ketika sedang berdiri sendirian, ia didatangi Yoo-mi yang memintanya untuk menjauhi Woo-jin.

Tidak hanya itu, Yoo-mi juga menunjukkan bagaimana Hee-soo membuat pria itu menderita dan bekerja sebagai seorang supir. Mengikuti dengan diam-diam, Hee-soo harus menahan tangis ketika mendadak Woo-jin meneleponnya, ia harus berpura-pura seolah ia tidak ada didekat sana.

Woo-jin yang tidak tahu sudah tentu gembira mendengar suara Hee-soo, dan mengajak bertemu di sebuah tempat. Saat tiba, pemuda itu dikagetkan oleh dandanan unik Hee-soo, yang memintanya untuk tidak buka mulut sementara gadis itu menyanyi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar