Sekarang lagi fokus di satu blog aja!
www.dramakorea-lovers86.blogspot.com (sinopsis Drama Korea)
pindah ke
www.korea-lovers86.blogspot.com (Saranghae-Korea)

Kamsahamnida Chingu!!

Senin, 05 Juli 2010

Wonderful Life (Episode 7)


Sinopsis Wonderful Life
Episode 7


Kepada sang ayah, Seung-hwan mengatakan tidak bisa menikah saat ini karena hidupnya masih panjang. Ucapan tersebut membuat ayahnya marah besar, dan membuatnya mendapat tugas baru : merawat Shin-bi. Bisa dibayangkan, bagaimana repotnya mengikuti kuliah sambil memomong bayi.

Karena tidak tahan, ia menemui Se-jin dan mengajaknya menikah, namun gadis itu tahu kalau ajakan tersebut hanya supaya Seung-hwan tidak dipusingkan oleh urusan merawat bayi. Dengan kesal, Se-jin pergi sambil membawa Shin-bi. Sesampainya dirumah, Seung-hwan dimarahi habis-habisan oleh sang ayah yang mengancam tidak akan memperbolehkannya pulang sampai membawa cucunya kembali.

Saat hendak menemui Se-jin, tanpa sengaja Seung-hwan mendengar keluh-kesah gadis itu saat meninabobokan Shin-bi, dan membuatnya semakin merasa bersalah. Keesokan harinya Se-jin yang berhasil dibujuk oleh ayah Seung-hwan untuk menemui putranya tanpa sengaja mencelakai Do-hyun. Namun berkat bantuan pemuda itu, ia berhasil bicara empat mata dengan Chae-young.

Sayang, hasilnya tidak seperti harapan karena Chae-young masih sakit hati. Baru saja mereka selesai berbicara, mendadak Seung-hwan muncul. Tujuannya kesana ternyata untuk memberitahu Chae-young bahwa dirinya ingin menikahi Se-jin, ia langsung menarik gadis itu dan mengajaknya pergi.

Meski awalnya ragu, Se-jin akhirnya berhasil diyakinkan soal pernikahan dengan sejumlah persyaratan dyang dibuat Seung-hwan dalam surat perjanjian pranikah. Setelah itu, keduanya berusaha meyakinkan pihak orang tua masing-masing yang tentu saja terkejut dengan perkembangan tersebut.

Bisa ditebak, kedua pihak keluarga langsung setuju (setelah melalui sejumlah pertimbangan, diantaranya adalah keberadaan Shin-bi). Langkah berikutnya adalah mencari tempat tinggal dan perabot sendiri, hal cukup sulit mengingat Seung-hwan dan Se-jin memiliki prioritas berbeda tentang barang mana yang mereka butuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar